well...sepertinya sudah satu tahun yang lebih aku membuang masa lalu itu., tapi koq ya belum juga berlalu..masih saja dia nangkring di benakku!
masih tentang dia si "bocahlugu" yang aku kenal sejak masih berseragam putih abu-abu.
tapi tidak untuk sekarang! sungguh berbeda sekali dengan dia menjabat sebagai Mahasiswa saat ini...dulu aku sempat naksir sih...tapi itu duuuluuuu...hehehe...
dan akhirnya cuma berkencan sebagai teman baik saja..that's all!
si "bocahlugu" sudah punya "monyet"..."monyet"nya teman sekelasku waktu SMA dulu...parah...lagi-lagi cemburu menguras hati...well..capeknya lebih terasa dari menguras bak kamar mandi..hehehe...
sempat tidak percaya..tapi apa mau dikata. si empunya status sudah pernah bilang kalau mereka berstatus, meski terlambat dan sempat menguras tenagaku untuk menangis! bodohnya diriku...ngapain nangis??? ahahahaha..gak penting banget!
meski sudah agak lama...tapi susah juga ternyata ninggalin masa lalu...kalo lagi free dari tugas kuliah yang seabreg, kadang balik lagi tuh kenangan.
buka facebook dan ketia status-status mereka berdua yang nongol, rasanya pengen remove aja mereka dari daftar teman! damn it!
munafik kalo bisa secepat itu melupakan. asalkan ada gantinya saja, mungkin saja bisa..hehe... :p
sampai saat ini mungkin aku masih memegang pepatah konyol "CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI"...tapi itu adalah PEPATAH ORANG PESIMIS YANG SEDANG PATAH HATI guna untuk menghibur diri. hahahaha...
ya sudahlah.. life must go on...dan si "bocahlugu" harus "mati" sampai di situ...
Sugeng Rawuh - Selamat Datang - Welcome
Rabu, 21 Juli 2010
Selasa, 20 Juli 2010
Jakarta di Akhir Juni Waktu itu...
teringat sejenak kisahku di Jakarta pagi itu... entah angin apa yang membawa keinginanku untuk berkata "aku harus ke Jakarta". itu kali pertama aku pergi ke Jakarta, dengan Kereta Api Eksekutif Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta Kota yang mengantarku menjemput rinduku selama 3 tahun lalu...
banyak yang berfikir "ngapain kamu ke Jakarta, Za??", "untuk nemui pacar??","buang-buang duit aja!", dan banyak opini-opini yang lainnya...aku hanya senyum..."yang jelas, ini spesial..." hehehe...
pukul 17.20 si Gumarang datang menjemputku di Stasiun Pasar Turi. dia siap mengantarku menjemput rindu...tak ada yang spesial dalam perjalanan, mungkin hanya SMS-SMS dari teman terdekat saja..bahkan ibuku tidak menanyakan sedikitpun kabarku!
pukul 08.00 meluncur menuju lokasi penginapan (numpang di kost teman..hehe..). ini kali pertamanya aku naik busway...sungguh kasihan diriku..ya bisa juga dibilang katrok soalnya baru pertama kali naik busway...hehehe..
capek?? pasti...tapi langsung diberondong ajakan teman-teman untuk jalan-jalan keliling Jakarta...it's okey! toh kapanlagi aku bisa ke sini??
kembali ke tujuan awal...tujuan kenapa aku datang ke Jakarta meski harus rela menyisihkan uang jajan bulanan dari beasiswa...
bertemu seseorang?? iya, memang...
siapa?? yang jelas spesial...
hayoo...siapa??? orang mati...
hah?? kenapa kaget??
almarhum bapak yang ingin ku temui...tentunya makamnya, bukan jasadnya...
sudah 3 tahun yang lalu beliau di baringkan di TPU Makam Jati,Pancoran.dan tak sekalipun aku tau di mana posisi makamnya.baru setelah perjalananku ke Jakarta, aku tau..
berbekal alamat TPU yang tidak jelas dan ojekyang tidak dikenal, aku nekat pergi sendiri mencari makamnya. suasana mendung di pagi hari turut menyejukkan hatiku yang dilanda rindu...
hampir 1 jam menyusuri mencari makam, akhirnya ku temukan juga..
.jpg)
di situlah jasad beliau berada. meski sudah 6 tahun kita tidak bertemu, aku kira wajahnya masih sama seperti 6 tahun yang lalu...mungkin hanya ada sedikit uban di rambutnya, dan tubuhnya yang agak kurus akibat radang lambung yang di deritanya.
"neng ini siapa?" tanya penjaga makam yg mungkin simpati padaku.
"saya putrinya pak."
"ooo...istrinya masih sering kesini, yang tinggi kurus itu kan? biasanya datang dengan 2 anak kecil..tapi sepertinya istrinya sudah nikah lagi, neng..." lanjutnya.
"oo..salam aja pak buat mereka..."
itu dialog singkat antara aku dan penjaga makam yang turut serta membantu menemukan lokasi di makam yang luas ini.
saatnya kembali ke kenyataan...kenyataan bahwa beliau memang sudah tidak ada sejak 3 tahun yang lalu...
teringat lagunya Bang Iwan Fals "Sore TUgu Pancoran"...tapi aku datang bukan sebagai Budi kecil si Penjual koran untuk biaya sekolah, aku datang sebagai Riza yang ingin melepas rindu terpendam selama 6 tahun dengan bapaknya...
banyak yang berfikir "ngapain kamu ke Jakarta, Za??", "untuk nemui pacar??","buang-buang duit aja!", dan banyak opini-opini yang lainnya...aku hanya senyum..."yang jelas, ini spesial..." hehehe...
pukul 17.20 si Gumarang datang menjemputku di Stasiun Pasar Turi. dia siap mengantarku menjemput rindu...tak ada yang spesial dalam perjalanan, mungkin hanya SMS-SMS dari teman terdekat saja..bahkan ibuku tidak menanyakan sedikitpun kabarku!
pukul 08.00 meluncur menuju lokasi penginapan (numpang di kost teman..hehe..). ini kali pertamanya aku naik busway...sungguh kasihan diriku..ya bisa juga dibilang katrok soalnya baru pertama kali naik busway...hehehe..
capek?? pasti...tapi langsung diberondong ajakan teman-teman untuk jalan-jalan keliling Jakarta...it's okey! toh kapanlagi aku bisa ke sini??
kembali ke tujuan awal...tujuan kenapa aku datang ke Jakarta meski harus rela menyisihkan uang jajan bulanan dari beasiswa...
bertemu seseorang?? iya, memang...
siapa?? yang jelas spesial...
hayoo...siapa??? orang mati...
hah?? kenapa kaget??
almarhum bapak yang ingin ku temui...tentunya makamnya, bukan jasadnya...
sudah 3 tahun yang lalu beliau di baringkan di TPU Makam Jati,Pancoran.dan tak sekalipun aku tau di mana posisi makamnya.baru setelah perjalananku ke Jakarta, aku tau..
berbekal alamat TPU yang tidak jelas dan ojekyang tidak dikenal, aku nekat pergi sendiri mencari makamnya. suasana mendung di pagi hari turut menyejukkan hatiku yang dilanda rindu...
hampir 1 jam menyusuri mencari makam, akhirnya ku temukan juga..
.jpg)
di situlah jasad beliau berada. meski sudah 6 tahun kita tidak bertemu, aku kira wajahnya masih sama seperti 6 tahun yang lalu...mungkin hanya ada sedikit uban di rambutnya, dan tubuhnya yang agak kurus akibat radang lambung yang di deritanya.
"neng ini siapa?" tanya penjaga makam yg mungkin simpati padaku.
"saya putrinya pak."
"ooo...istrinya masih sering kesini, yang tinggi kurus itu kan? biasanya datang dengan 2 anak kecil..tapi sepertinya istrinya sudah nikah lagi, neng..." lanjutnya.
"oo..salam aja pak buat mereka..."
itu dialog singkat antara aku dan penjaga makam yang turut serta membantu menemukan lokasi di makam yang luas ini.
saatnya kembali ke kenyataan...kenyataan bahwa beliau memang sudah tidak ada sejak 3 tahun yang lalu...
teringat lagunya Bang Iwan Fals "Sore TUgu Pancoran"...tapi aku datang bukan sebagai Budi kecil si Penjual koran untuk biaya sekolah, aku datang sebagai Riza yang ingin melepas rindu terpendam selama 6 tahun dengan bapaknya...
Langganan:
Postingan (Atom)