entah mengapa aku selalu bicara, bicara, dan terus bicara
tentang senja, malam, dan segala gelisahnya
pada purnama yang mulai enggan mendengarkan kata
bagai sebuah dongeng dalam gelas kaca
merefleksikan setiap baris kata yang ada
membiarkannya terteguk oleh jiwa-jiwa yang lelah dan dahaga
hingga yang tersisa hanya sebuah tanda koma tanpa tahu apa kalimat berikutnya
aku masih saja bicara, bicara, dan terus bicara
tak peduli purnama enggan berkata
aku hanya selalu ingin bicara tentang senja, malam, dan segala gelisahnya
tentang dongeng dalam gelas kaca
dan tentang kamu di antara hitamnya tinta ceritaku ...
Surabaya, 8 Desember 2010
Sugeng Rawuh - Selamat Datang - Welcome
Kamis, 09 Desember 2010
Senin, 04 Oktober 2010
Modifikasi Delta Bengawan Solo (Ujung Pangkah)
Tidak hanya bagian tengah saja Bengawan Solo ini dimodifikasi, bahkan bagian hilir sungai inipun sudah direkayasa. Delta Pangkah merupakan salah satu hasil modifikasi sungai Bengawan Solo di bagian hilir.
Salah satu tujuan dimodifikasinya bagian hilir dari Bengawan Solo ini adalah untuk mengindari pendangkalan di selat Madura.Aliran Air Bengawan Solo membawa endapan dari hulu ke hilir. Delta buatan yang merupakan hasil rekayasa ini berada di sebelah utara kota Gresik (di Ujung Pangkah).

Warna biru muda (turquoise) menunjukkan pola penyebaran sedimen yg diangkut oleh aliran air laut yg melalui Selat Madura. Sedimen yg keluar dari lubang semburan di Porong ini juga sama secara genetika (pembentukannya). Jadi warna biru muda (turquoise) itu adalah endapan-endapan halus berukuran lempung yg menyebar dan terendapkan didasar-dasar laut. Kalau saja endapan ini selain dari anak-anak sungai dan merupakan sebagian besar berasal dari ujung sungai Bengawan Solo, dimana merupakan daerah erosi sungai, maka tentu saja jumlah endapan yang tertahan oleh Bendungan Gajamungkur bukanlah sedikit. Apalagi ditambah penggundulan hutan yang merusak dan mempercepat erosi, itulah sebabnya usia bendungan Bengawan Solo sangat pendek dari yang diduga sebelumnya.
Perhatikan skala pembanding yang ada. Dimensi dari kanal buatan yg konon dibuat sekitar 100 tahun yang lalu ini memiliki panjang 15 Km.
Sungai Bengawan Solo ini sudah tidak seperti yang dulu. Sungai ini sudah dan akan selalu mengalami perubahan bentuk fungsi serta perilakunya sepanjang jaman. Sehingga perlu dilakukan penelitian khusus mengenai Bengawan Solo Moderen.
(sumber : Dongeng Geologi)
hehehehe...jadi pengen ngambil topik TA tentang modifikasi Delta Bengawan Solo... :D
Salah satu tujuan dimodifikasinya bagian hilir dari Bengawan Solo ini adalah untuk mengindari pendangkalan di selat Madura.Aliran Air Bengawan Solo membawa endapan dari hulu ke hilir. Delta buatan yang merupakan hasil rekayasa ini berada di sebelah utara kota Gresik (di Ujung Pangkah).

Warna biru muda (turquoise) menunjukkan pola penyebaran sedimen yg diangkut oleh aliran air laut yg melalui Selat Madura. Sedimen yg keluar dari lubang semburan di Porong ini juga sama secara genetika (pembentukannya). Jadi warna biru muda (turquoise) itu adalah endapan-endapan halus berukuran lempung yg menyebar dan terendapkan didasar-dasar laut. Kalau saja endapan ini selain dari anak-anak sungai dan merupakan sebagian besar berasal dari ujung sungai Bengawan Solo, dimana merupakan daerah erosi sungai, maka tentu saja jumlah endapan yang tertahan oleh Bendungan Gajamungkur bukanlah sedikit. Apalagi ditambah penggundulan hutan yang merusak dan mempercepat erosi, itulah sebabnya usia bendungan Bengawan Solo sangat pendek dari yang diduga sebelumnya.
Perhatikan skala pembanding yang ada. Dimensi dari kanal buatan yg konon dibuat sekitar 100 tahun yang lalu ini memiliki panjang 15 Km.
Sungai Bengawan Solo ini sudah tidak seperti yang dulu. Sungai ini sudah dan akan selalu mengalami perubahan bentuk fungsi serta perilakunya sepanjang jaman. Sehingga perlu dilakukan penelitian khusus mengenai Bengawan Solo Moderen.
(sumber : Dongeng Geologi)
hehehehe...jadi pengen ngambil topik TA tentang modifikasi Delta Bengawan Solo... :D
hati ini...
mata ini...
otak ini...
pikiran ini...
perasaan ini...
begitu sulit untuk disejajarkan.
kadang realistis, kadang dramatis, kadang egois, dan masih banyak yang lainnya...
pikiran ini terlalu memaksa hati untuk bertindak realistis
perasaan ini pun tidak mau kalah...dia melemahkan saraf otak untuk tunduk pada nurani...
sang mata lah yang selalu jadi korban...hanya dalam tangisan ia mampu bersuara.
andai saja semuanya bisa dilakukan tanpa air mata saat hati mulai lelah dan logika enggan bicara...
jika ada, bisikkan pada saya...
mata ini...
otak ini...
pikiran ini...
perasaan ini...
begitu sulit untuk disejajarkan.
kadang realistis, kadang dramatis, kadang egois, dan masih banyak yang lainnya...
pikiran ini terlalu memaksa hati untuk bertindak realistis
perasaan ini pun tidak mau kalah...dia melemahkan saraf otak untuk tunduk pada nurani...
sang mata lah yang selalu jadi korban...hanya dalam tangisan ia mampu bersuara.
andai saja semuanya bisa dilakukan tanpa air mata saat hati mulai lelah dan logika enggan bicara...
jika ada, bisikkan pada saya...
Rabu, 21 Juli 2010
Masih Sibuk dengan Masa Lalu
well...sepertinya sudah satu tahun yang lebih aku membuang masa lalu itu., tapi koq ya belum juga berlalu..masih saja dia nangkring di benakku!
masih tentang dia si "bocahlugu" yang aku kenal sejak masih berseragam putih abu-abu.
tapi tidak untuk sekarang! sungguh berbeda sekali dengan dia menjabat sebagai Mahasiswa saat ini...dulu aku sempat naksir sih...tapi itu duuuluuuu...hehehe...
dan akhirnya cuma berkencan sebagai teman baik saja..that's all!
si "bocahlugu" sudah punya "monyet"..."monyet"nya teman sekelasku waktu SMA dulu...parah...lagi-lagi cemburu menguras hati...well..capeknya lebih terasa dari menguras bak kamar mandi..hehehe...
sempat tidak percaya..tapi apa mau dikata. si empunya status sudah pernah bilang kalau mereka berstatus, meski terlambat dan sempat menguras tenagaku untuk menangis! bodohnya diriku...ngapain nangis??? ahahahaha..gak penting banget!
meski sudah agak lama...tapi susah juga ternyata ninggalin masa lalu...kalo lagi free dari tugas kuliah yang seabreg, kadang balik lagi tuh kenangan.
buka facebook dan ketia status-status mereka berdua yang nongol, rasanya pengen remove aja mereka dari daftar teman! damn it!
munafik kalo bisa secepat itu melupakan. asalkan ada gantinya saja, mungkin saja bisa..hehe... :p
sampai saat ini mungkin aku masih memegang pepatah konyol "CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI"...tapi itu adalah PEPATAH ORANG PESIMIS YANG SEDANG PATAH HATI guna untuk menghibur diri. hahahaha...
ya sudahlah.. life must go on...dan si "bocahlugu" harus "mati" sampai di situ...
masih tentang dia si "bocahlugu" yang aku kenal sejak masih berseragam putih abu-abu.
tapi tidak untuk sekarang! sungguh berbeda sekali dengan dia menjabat sebagai Mahasiswa saat ini...dulu aku sempat naksir sih...tapi itu duuuluuuu...hehehe...
dan akhirnya cuma berkencan sebagai teman baik saja..that's all!
si "bocahlugu" sudah punya "monyet"..."monyet"nya teman sekelasku waktu SMA dulu...parah...lagi-lagi cemburu menguras hati...well..capeknya lebih terasa dari menguras bak kamar mandi..hehehe...
sempat tidak percaya..tapi apa mau dikata. si empunya status sudah pernah bilang kalau mereka berstatus, meski terlambat dan sempat menguras tenagaku untuk menangis! bodohnya diriku...ngapain nangis??? ahahahaha..gak penting banget!
meski sudah agak lama...tapi susah juga ternyata ninggalin masa lalu...kalo lagi free dari tugas kuliah yang seabreg, kadang balik lagi tuh kenangan.
buka facebook dan ketia status-status mereka berdua yang nongol, rasanya pengen remove aja mereka dari daftar teman! damn it!
munafik kalo bisa secepat itu melupakan. asalkan ada gantinya saja, mungkin saja bisa..hehe... :p
sampai saat ini mungkin aku masih memegang pepatah konyol "CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI"...tapi itu adalah PEPATAH ORANG PESIMIS YANG SEDANG PATAH HATI guna untuk menghibur diri. hahahaha...
ya sudahlah.. life must go on...dan si "bocahlugu" harus "mati" sampai di situ...
Selasa, 20 Juli 2010
Jakarta di Akhir Juni Waktu itu...
teringat sejenak kisahku di Jakarta pagi itu... entah angin apa yang membawa keinginanku untuk berkata "aku harus ke Jakarta". itu kali pertama aku pergi ke Jakarta, dengan Kereta Api Eksekutif Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta Kota yang mengantarku menjemput rinduku selama 3 tahun lalu...
banyak yang berfikir "ngapain kamu ke Jakarta, Za??", "untuk nemui pacar??","buang-buang duit aja!", dan banyak opini-opini yang lainnya...aku hanya senyum..."yang jelas, ini spesial..." hehehe...
pukul 17.20 si Gumarang datang menjemputku di Stasiun Pasar Turi. dia siap mengantarku menjemput rindu...tak ada yang spesial dalam perjalanan, mungkin hanya SMS-SMS dari teman terdekat saja..bahkan ibuku tidak menanyakan sedikitpun kabarku!
pukul 08.00 meluncur menuju lokasi penginapan (numpang di kost teman..hehe..). ini kali pertamanya aku naik busway...sungguh kasihan diriku..ya bisa juga dibilang katrok soalnya baru pertama kali naik busway...hehehe..
capek?? pasti...tapi langsung diberondong ajakan teman-teman untuk jalan-jalan keliling Jakarta...it's okey! toh kapanlagi aku bisa ke sini??
kembali ke tujuan awal...tujuan kenapa aku datang ke Jakarta meski harus rela menyisihkan uang jajan bulanan dari beasiswa...
bertemu seseorang?? iya, memang...
siapa?? yang jelas spesial...
hayoo...siapa??? orang mati...
hah?? kenapa kaget??
almarhum bapak yang ingin ku temui...tentunya makamnya, bukan jasadnya...
sudah 3 tahun yang lalu beliau di baringkan di TPU Makam Jati,Pancoran.dan tak sekalipun aku tau di mana posisi makamnya.baru setelah perjalananku ke Jakarta, aku tau..
berbekal alamat TPU yang tidak jelas dan ojekyang tidak dikenal, aku nekat pergi sendiri mencari makamnya. suasana mendung di pagi hari turut menyejukkan hatiku yang dilanda rindu...
hampir 1 jam menyusuri mencari makam, akhirnya ku temukan juga..
.jpg)
di situlah jasad beliau berada. meski sudah 6 tahun kita tidak bertemu, aku kira wajahnya masih sama seperti 6 tahun yang lalu...mungkin hanya ada sedikit uban di rambutnya, dan tubuhnya yang agak kurus akibat radang lambung yang di deritanya.
"neng ini siapa?" tanya penjaga makam yg mungkin simpati padaku.
"saya putrinya pak."
"ooo...istrinya masih sering kesini, yang tinggi kurus itu kan? biasanya datang dengan 2 anak kecil..tapi sepertinya istrinya sudah nikah lagi, neng..." lanjutnya.
"oo..salam aja pak buat mereka..."
itu dialog singkat antara aku dan penjaga makam yang turut serta membantu menemukan lokasi di makam yang luas ini.
saatnya kembali ke kenyataan...kenyataan bahwa beliau memang sudah tidak ada sejak 3 tahun yang lalu...
teringat lagunya Bang Iwan Fals "Sore TUgu Pancoran"...tapi aku datang bukan sebagai Budi kecil si Penjual koran untuk biaya sekolah, aku datang sebagai Riza yang ingin melepas rindu terpendam selama 6 tahun dengan bapaknya...
banyak yang berfikir "ngapain kamu ke Jakarta, Za??", "untuk nemui pacar??","buang-buang duit aja!", dan banyak opini-opini yang lainnya...aku hanya senyum..."yang jelas, ini spesial..." hehehe...
pukul 17.20 si Gumarang datang menjemputku di Stasiun Pasar Turi. dia siap mengantarku menjemput rindu...tak ada yang spesial dalam perjalanan, mungkin hanya SMS-SMS dari teman terdekat saja..bahkan ibuku tidak menanyakan sedikitpun kabarku!
pukul 08.00 meluncur menuju lokasi penginapan (numpang di kost teman..hehe..). ini kali pertamanya aku naik busway...sungguh kasihan diriku..ya bisa juga dibilang katrok soalnya baru pertama kali naik busway...hehehe..
capek?? pasti...tapi langsung diberondong ajakan teman-teman untuk jalan-jalan keliling Jakarta...it's okey! toh kapanlagi aku bisa ke sini??
kembali ke tujuan awal...tujuan kenapa aku datang ke Jakarta meski harus rela menyisihkan uang jajan bulanan dari beasiswa...
bertemu seseorang?? iya, memang...
siapa?? yang jelas spesial...
hayoo...siapa??? orang mati...
hah?? kenapa kaget??
almarhum bapak yang ingin ku temui...tentunya makamnya, bukan jasadnya...
sudah 3 tahun yang lalu beliau di baringkan di TPU Makam Jati,Pancoran.dan tak sekalipun aku tau di mana posisi makamnya.baru setelah perjalananku ke Jakarta, aku tau..
berbekal alamat TPU yang tidak jelas dan ojekyang tidak dikenal, aku nekat pergi sendiri mencari makamnya. suasana mendung di pagi hari turut menyejukkan hatiku yang dilanda rindu...
hampir 1 jam menyusuri mencari makam, akhirnya ku temukan juga..
.jpg)
di situlah jasad beliau berada. meski sudah 6 tahun kita tidak bertemu, aku kira wajahnya masih sama seperti 6 tahun yang lalu...mungkin hanya ada sedikit uban di rambutnya, dan tubuhnya yang agak kurus akibat radang lambung yang di deritanya.
"neng ini siapa?" tanya penjaga makam yg mungkin simpati padaku.
"saya putrinya pak."
"ooo...istrinya masih sering kesini, yang tinggi kurus itu kan? biasanya datang dengan 2 anak kecil..tapi sepertinya istrinya sudah nikah lagi, neng..." lanjutnya.
"oo..salam aja pak buat mereka..."
itu dialog singkat antara aku dan penjaga makam yang turut serta membantu menemukan lokasi di makam yang luas ini.
saatnya kembali ke kenyataan...kenyataan bahwa beliau memang sudah tidak ada sejak 3 tahun yang lalu...
teringat lagunya Bang Iwan Fals "Sore TUgu Pancoran"...tapi aku datang bukan sebagai Budi kecil si Penjual koran untuk biaya sekolah, aku datang sebagai Riza yang ingin melepas rindu terpendam selama 6 tahun dengan bapaknya...
Langganan:
Postingan (Atom)