Sugeng Rawuh - Selamat Datang - Welcome

Selasa, 20 Juli 2010

Jakarta di Akhir Juni Waktu itu...

teringat sejenak kisahku di Jakarta pagi itu... entah angin apa yang membawa keinginanku untuk berkata "aku harus ke Jakarta". itu kali pertama aku pergi ke Jakarta, dengan Kereta Api Eksekutif Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta Kota yang mengantarku menjemput rinduku selama 3 tahun lalu...
banyak yang berfikir "ngapain kamu ke Jakarta, Za??", "untuk nemui pacar??","buang-buang duit aja!", dan banyak opini-opini yang lainnya...aku hanya senyum..."yang jelas, ini spesial..." hehehe...
pukul 17.20 si Gumarang datang menjemputku di Stasiun Pasar Turi. dia siap mengantarku menjemput rindu...tak ada yang spesial dalam perjalanan, mungkin hanya SMS-SMS dari teman terdekat saja..bahkan ibuku tidak menanyakan sedikitpun kabarku!
pukul 08.00 meluncur menuju lokasi penginapan (numpang di kost teman..hehe..). ini kali pertamanya aku naik busway...sungguh kasihan diriku..ya bisa juga dibilang katrok soalnya baru pertama kali naik busway...hehehe..
capek?? pasti...tapi langsung diberondong ajakan teman-teman untuk jalan-jalan keliling Jakarta...it's okey! toh kapanlagi aku bisa ke sini??
kembali ke tujuan awal...tujuan kenapa aku datang ke Jakarta meski harus rela menyisihkan uang jajan bulanan dari beasiswa...
bertemu seseorang?? iya, memang...
siapa?? yang jelas spesial...
hayoo...siapa??? orang mati...
hah?? kenapa kaget??
almarhum bapak yang ingin ku temui...tentunya makamnya, bukan jasadnya...
sudah 3 tahun yang lalu beliau di baringkan di TPU Makam Jati,Pancoran.dan tak sekalipun aku tau di mana posisi makamnya.baru setelah perjalananku ke Jakarta, aku tau..
berbekal alamat TPU yang tidak jelas dan ojekyang tidak dikenal, aku nekat pergi sendiri mencari makamnya. suasana mendung di pagi hari turut menyejukkan hatiku yang dilanda rindu...
hampir 1 jam menyusuri mencari makam, akhirnya ku temukan juga..



di situlah jasad beliau berada. meski sudah 6 tahun kita tidak bertemu, aku kira wajahnya masih sama seperti 6 tahun yang lalu...mungkin hanya ada sedikit uban di rambutnya, dan tubuhnya yang agak kurus akibat radang lambung yang di deritanya.
"neng ini siapa?" tanya penjaga makam yg mungkin simpati padaku.
"saya putrinya pak."
"ooo...istrinya masih sering kesini, yang tinggi kurus itu kan? biasanya datang dengan 2 anak kecil..tapi sepertinya istrinya sudah nikah lagi, neng..." lanjutnya.
"oo..salam aja pak buat mereka..."
itu dialog singkat antara aku dan penjaga makam yang turut serta membantu menemukan lokasi di makam yang luas ini.

saatnya kembali ke kenyataan...kenyataan bahwa beliau memang sudah tidak ada sejak 3 tahun yang lalu...

teringat lagunya Bang Iwan Fals "Sore TUgu Pancoran"...tapi aku datang bukan sebagai Budi kecil si Penjual koran untuk biaya sekolah, aku datang sebagai Riza yang ingin melepas rindu terpendam selama 6 tahun dengan bapaknya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar