
Malam Minggu seolah tidak pernah menjadi ritual istimewa bagiku. Terlebih sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak ada yang istimewa. Terasa biasa dan sama saja dengan malam-malam lainnya.
Entah disadari atau tidak, sudah 1036 kali malam Minggu ini kulewati sendiri, karena dengan sendiri aku bisa menikmati sepi. Mendengar bisikan daun yang diterpa angin malam. Merasai dekapan hangat bayangan senja di puncak kesepian. Sungguh terlalu indah untuk aku lewati sendiri. tapi aku suka itu.
Ini bukan malam Minggu,Sayang...ingatlah, bukankah sebelumnya tidak pernah kita lewati bersama? Hanya ada aku dan sepi.
Pernahkah kau bercumbu dengan sepi,Sayang? Mungkin tidak, karena kau bukan orang yang kesepian. Kau tidak akan bercumbu dengan sepi karena sudah ada riuh tawa kekasihmu yang membuat sepi pergi.
Malam-malam ini terlalu indah untuk hanya aku lewati bersama sepi. sejenak, kadang hanya ada secangkir kopi yang mencumbu bibirku dengan hangatnya. Paling tidak, aku tidak hanya berdua berdiam diri dengan sepi.
Sekali lagi, ini bukan malam Minggu,Sayang...kenanglah, bukankah sebelumnya tidak pernah kita lewati bersama? Biarkan hanya aku dan sepi.
Pernahkah kau bercerita pada sepi,Sayang? Mungkin tidak, karena kau bukan orang yang kesepian. Kau tidak akan bercerita pada sepi karena sudah ada sederetan pasang telinga yang akan mendengar ceritamu.
Sepi tidak pernah menyakitiku. Sepi tidak pernah membunuhku dengan rindu. Sepi tidak pernah cemburu dengan tawaku. Sepi bisa menjadi sahabat untuk tangisku. itulah kenapa aku jatuh cinta dengan sepi. Sesuatu yang mungkin tidak pernah kau miliki. Sesuatu yang mungkin dirasa hina oleh orang yang memiliki segalanya. Karena kau belum mengerti apa hakikat dari sepi itu sendiri.
Ini bukan malam Minggu,Sayang...tenanglah! sepi tidak akan pernah tega untuk membunuhmu...
Surabaya, 05 Maret 2011 / 23.19 WIB
aku lebih suka sepi, karena sepi membuat hati dan pikiranku ramai oleh damai, bukan oleh sunyi.
BalasHapus:)
karena itulah aku jatuh cinta pada sepi... :)
BalasHapusDalam sepi ada damai, biarkan sepi hinggap sejenak dalam diri walau sejenak. ia akan mengantarkanmu pada langit.
BalasHapuspejamkan matamu sejenak...dan rasakan... ia ada!
BalasHapus